FIGURE GURU MENENTUKAN  MASA DEPAN ANAK BANGSA
Spread the love

Oleh: Yundari Azmi, S.Pd

Guru : SMP Plus Al Athiyah

Bidang Studi : PKN

Jabatan : Wakil Kurikulum

 

FIGURE GURU MENENTUKAN  MASA DEPAN ANAK BANGSA

 

Pada abad melenium saat ini, guru bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja baik itu di negara sedang berkembang maupun negara maju. Seorang guru ibarat sebuah pabrik yang dapat menciptakan murid-muridnya menjadi baik atau dikenal dengan istilah dalam dunia pendidikan “Memanusiakan manusia”.  Dalam hal ini menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,  Manusia yang dikemudian hari akan menjadi sesosok yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zamannya. Setiap orang pasti melalui proses pembelajaran baik secara formal maupun nonformal atau keduanya. Dalam sebuah proses pembelajaran itu sangat memerlukan sosok guru.

Dari dulu hingga sekarang, menjadi seorang guru senantiasa mengalami proses secara kontinue dari regenerasi sampai mengalami proses reingkarnasi. Guru adalah orang yang memberikan pengajaran baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Misalnya guru ngaji, guru silat, guru keterampilan inipun disebut dengan seorang guru. Jadi tidak semata-mata seorang guru itu hanya bertugas mengajarkan ilmu pengetahun. Melainkan guru haruslah bisa mengajarkan pengetahuan dan melatih keterampilan, serta mendidik agar murid menjadi manusia yang baik.

Mengajar, melatih dan mendidik merupan tugas pokok yang tidak bisa terlepaskan dari seorang guru. Mengajar dilakukan agar muridnya menjadi orang yang pintar. Melatih merupakan cara untuk menjadikan murid tersebut terlatih dalam suatu pekerjaan sedangkan mendidik merupakan cara seorang guru menanamkan kepada diri murid-muridnya baik itu nilai-nilai kebenaran yang akan dipakai dalam kehidupan pada zaman yang akan datang. Seorang guru yang baik itu adalah guru yang senantiasa mengajar, melatih dan mendidik muridnya dalam hal kebenaran. Tidak pernah kita menemukan seorang guru mengajarkan muridnya dalam hal keburukan. Misalnya menyuruh mencuri, menghalalkan yang haram dan lain sebagainya.

 

 

Sosok guru yang ideal itu adalah guru yang mampu mengajarkan ilmu pengetahuan dan mampu mengkaitkan dengan tuntutan ajaran agamanya baik itu dalam bersifat dan sikap. Sifat dan sikap mampu menjadi teladan maupun panutan bagi murid dan semua orang. Maka istilah dari seorang guru itu adalah sosok yang bisa “digugu dan ditiru”. Seorang guru secara konsisten mengajarkan kebenaran dan kebaikan atau dalam agama islam amar ma’ruf nahi mungkar. Dimana seorang guru mengajarkan murid-muridnya agar mereka mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diajarkan oleh gurunya. Contohnya yaitu guru mengajarkan ajaran agama supaya muridnya shalat, puasa dll, guru mengajarkan berhitung agar supaya muridnya dapat menghitung zakat dan harta warisnya, didalam ilmu PPKn guru mengajarkan muridnya agar supaya paham sistem pemerintahan baik dalam konteks barat maupun dalam kontes islam.

Pada saat setiap melakukan proses pembelajaran lazimnya seorang guru menegur muridnya ketika dalam melakukan perilaku maupun tindakan menyimpang. Hal ini dilakukan sebagai wujud dalam mencegah kemungkaran yang dapat merugikan orang lain. Misalnya guru menegur siswanya datang terlambat agar siswanya tersebut menjadi manusia yang disiplin dalam segala hal baik itu ibadah terhadap Sang pencipta maupun di dalam masyarakat.  Guru memberikan teguran terhadap siswanya yang tidak mengerjakan tugas supaya siswanya tidak menjadi seorang yang pemalas.

Di dalam Al-Qur’an Allah menegaskan bahwaa ummat (manusia) yang paling baik diciptakan Allah adalah ummat yang mengajarkan perbuatan amar ma’ruf nahi munkar, merekalah orang-orang yang beruntung (QS.Ali Imran 104). Hal ini tidak terlepas dari yang namanya sosok seorang guru karena seorang guru kesehariannya menanamkan dan mengajarkan kebaikan kepada siswa. Maka dari itu kita sebagai pendidik atau guru harus berbahagialah karena allah menjanjikan kita pahala ketika seorang guru ikhlas dalam mendidik dan mengajarkan muridnya.

Guru haruslah orang yang berilmu. Sebagimana yang telah kita ketahui bersama bahwasanya untuk menjadi seorang guru di Indonesia kita diwajibkan minimal harus selesai minimal Strata 1 (S1) artinya tidak ada guru yang tidak memiliki ilmu dan tidak ada guru yang bodoh karena pada dasarnya seseorang tidak bisa mengajarkan suatu kebaikan kepada muridnya jika ia tidak berilmu. Allah SWT telah berjanji akan menaikkan beberapa derajat orang-orang yang berilmu, hal ini termasuk guru.

 

 

Mengajar dengan keikhlasan akan mendapatkan pahala yang mengalir atau amal jariah buat kita para guru karena apabila guru mengajarkan sebuah kebaikan atau ilmu yang bermanfaat dan itu diterapkan oleh murid dan kemudian murid tersebut mengajarkan kepada orang lain lagi, maka pahala yang mengalir untuk kita tidak akan pernah terputus. Begitu sangat mulianya menjadi seorang guru. Tidak hanya itu saja menjadi seorang guru juga tidak terlepas dari tantangan-tantangan diakhir zaman, dimana karakter-karakter siswa tentunya tidak bisa disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan kekhawatiran yang sangat besar karena apabila seorang guru memiliki kekurangan ilmu maka banyak hal yang tidak inginkan terjadi contohnya siswa mencuri, bolos sekolah, tidak bersemangat belajar dan lain sebagainya. Maka dari itu menjadi seorang guru haruslah banyak belajar kembali agar kita sebagai guru bisa menghadapi tantangan yang akan datang dimana setiap saat dunia pendidikan ini semakin banyak yang harus diperbaiki.

Guru juga merupakan sebagai model atau figure yang banyak dicontoh oleh para pendidiknya baik itu didalam sikap, tutur kata, pakaian dan lain sebagainya. Mayoritas murid-murid itu baik di sekolah formal maupun nonformal sifatnya meniru. Maka dari itu menjadi seorang guru itu menyenangkan seperti publik figure karena selain mendidik dengan hati, membuat orang lain yang dulunya tidak mengerti menjadi mengerti yang akan berbuah amal jariyah.