SEMARAK KURBAN DAYAH AL ATHIYAH SEULAWAH
Spread the love

(Aceh Besar; 3 Agustus 2020)/Dalam sejarahnya, qurban adalah syariat yang turun dimasa nabi Ibrahim AS. Syariat ini menggambarkan sebuah momentum yang agung tentang dua hamba Alloh (Ibrahim & Ismail) yang mengikatkan komitmen cinta dan pengorbanannya hanya untuk Alloh SWT. Alloh memberikan ujian demi ujian dengan tingkat ujian yang semakin tinggi kepada nabi Ibrahim AS, untuk melihat dan menjadi teladan bagi generasi setelahnya bahwa untuk menggapai kesempurnaan cinta dari Alloh SWT, harus siap menghadapi ujian demi ujian dan sabar menjalaninya.

Ibadah Qurban syarat makna dan nilai. Ia menjadi syariat yang bukan hanya dinilai ibadah saat menjalankannya, namun juga menjadi motivasi dan sumber inspirasi dari setiap jejak sejarah yang dilaluinya. Ibadah Qurban menjadi ibadah khas dalam islam, dimana hanya keimanan dan ketulusan yang mampu mengantarkan seorang hamba menunaikan sunnah ini. Bukan hanya hitungan rupiah yang kita keluarkan, jauh dari itu sejatinya ibadah Qurban dimaknai sebagai wujud penghambaan kepada Alloh SWT dan bentuk keseriusan untuk mengambil aura energi positif dari syari’at ibadah Qurban dari dua manusia agung nabi Ibrahim dan nabi Ismail.

Semangat inilah yang setiap tahun dihadirkan kehadapan santriwan-santriwati Dayah Al Athiyah Seulawah, yaitu semangat meraih sebanyak-banyaknya pahala Alloh dan semangat mengejar sebanyak-banyaknya keridhoan Alloh. Bukan daging dan darah hewan qurban saja yang akan sampai pahalanya disisi Alloh SWT, namun manifestasi ketaqwaan yang selalu hadir dalam setiap momentum kebaikan dan amal shaleh yang akan semakin meninggikan derajat kita disisi Alloh SWT.

Alhamdulillah Dayah Al Athiyah Tahfidz Al Aqur’an Seulawah Aceh Besar setiapa tahunnya bisa melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban yang disembelih di Al Athiyah merupakan hasil patungan dari para santri dan seluruh asatidz dan juga hewan kurban dari pengkurban lainnya baik dari wali santri maupun dari jama’ah pengajian.

Pelaksanaan kurban tahun 2o20 ini diketuai oleh ustadz Aldil Ridho, Lc.MA. Menurut laporan dari panitia pelaksana penyembelih kurban, jumlah hewan kurban yang disembelih di Dayah Al Athiyah tahun ini ada 2 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Daging kurban tersebut selain dibagikan kepada para asatidz dan santri juga didistribusikan ke warga desa yang ada di sekitar lingkungan dayah, serta 2 ekor kambing diberikan ke Dayah Al Athiyah tingkat SMA di Banda Aceh.