Siswa SMP Plus Al Athiyah Belajar Membuat Ranup Silaseh
Spread the love

(Aceh Besar, 18 Maret 201) ; Kebiasaan menyirih atau makan ranup di aceh sudah ada sejak lama yang merupakan sebuah tradisi turun temurun dikalangan masyarakat aceh. Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh (2009) di sebutkan bahwa tradisi makan ranup ini dibawa oleh rumpun melayu sejak 500 tahun sebelum masehi ke beberapa negara asia tenggara termasuk aceh.

Selain digunakan untuk memuliakan tamu, ranup juga sebagai simbol pemenyatu pendapat dalam sebuah musyawarah, penyambung silaturahmi dan merupakan salah satu syarat yang harus dibawa pada saat melakukan lamaran atau pertunangan sebelum terjadi pernikahan atau yang lebih dikenal di aceh dengan sebutan ranub kong haba.

Melihat sejarah ranub di aceh dari zaman dahulu hingga sekarang, rasa-rasanya semakin generasi kekinian atau generasi melenial khususnya sudah hampir punah kebiasaan makan ranup apalagi membuat ranub silaseh. Maka dalam hal ini SMP Plus Al Athiyah ingin berkontribusi dalam menjaga kebudayaan aceh yang satu ini. Melalui pembelajaran IPS Terpadu santri-santri kelas 8 SMP Plus Al Athiyah diajarkan bagaimana cara membuat atau merangkai ranup silaseh yang diampu langsung oleh guru IPS Terpadu SMP Plus Al Athiyah, yaitu Ibu Maghfirah, S.Pd. Melalui pembelajaran ini siswa SMP plus Al Athiyah diharapakan bisa menjadi generasi dalam untuk menjaga budaya aceh makan ranup nanti di masa yang akan datang.