Teladan Seorang Guru Terhadap Peserta Didik Di Era Revolusi Industri
Spread the love

Oleh: Suci Rezkiana Dewi, S.Pd (Guru IPA Biologi SMP Plus Al Athiyah)

Saat ini dunia telah memasuki abad ke 21 atau sering juga disebut dengan era revolusi industri. Di mana Sumber Daya Manusianya(SDM) dituntut untuk lebih memiliki kecakapan yang dapat mengimbangi kemajuan zaman yang di setiap waktu terus berkembang pesat. Di era revolusi industri ini yang dapat ditandai dengan meningkatnya sistem digital dan virtual yang membuat mau tidak mau akan berpengaruh cukup besar terhadap segala bidang. Salah satunya di bidang pendidikan yang juga ikut merasakan perubahan tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang dan menentukan kemajuan sebuah bangsa,bahkan maju tidaknya sebuah bangsa bisa saja karena dipengaruhi oleh pendidikannya,oleh sebab itu banyak usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan,salah satunya yaitu dengan meningkatkan kualitas guru. Bisa  dikatakan bahwa guru merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dalam dunia pendidikan  profesi guru  memiliki peran yang sangat penting dan mulia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga peran pantingnya tidak dapat digantikan oleh teknologi tercanggih sekalipun. Perannya  yang melingkupi sebagai seorang pendidik,pengajar,pembimbing serta pedoman bagi setiap peserta didiknya dengan ciri khas dari seorang guru dalam membimbing siswanya tidak dapat diperoleh dari teknologi tercanggih sekalipun.

Akan tetapi dengan adanya kemajuan teknologi ini,sangat diharapkan setiap guru harus memiliki aspek-aspek yang dapat menunjang dalam menjalankan profesinya tersebut agar mampu meningkatkan kualitas dari pendidikan tersebut. Adapun aspek yang dimaksud adalah: yang pertama aspek keterampilan yang mencakup kreatif,kritis dan kolaboratif. Keterampilan ini harus dimiliki oleh setiap guru di masa ini agar proses pendidikan yang sedang berlangsung mampu membangkitkan dan mendorong para peserta didik untuk dapat menghadapi perubahan zaman kedepannya. Untuk mewujudkan hal tersebut,tentunya seorang guru harus lebih menguasai semua keterampilan itu. Adapun aspek yang kedua yaitu aspek karakter yang mencakup (jujur,sopan,santun,amanah,adil,penyayang, bertanggung jawab,peduli,disiplin,giat,rajin,dll).

Sebagai seorang guru,tentunya mempunyai karakter yang baik sangat dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaannya tersebut,karena bagaimanapun juga teladan seorang guru merupakan contoh yang paling tepat bagi setiap peserta didik. Pada  dasarnya seorang guru menjadi model yang nyata untuk peserta didiknya,maka jika seorang guru ingin seluruh peserta didik yang dididiknya berkarakter baik ataupun berbudi pekerti luhur,maka sudah sewajarnya gurunya pun harus memiliki budi pekerti yang luhur. Sebagai contoh, jika seorang guru memiliki sifat yang jujur tidak pernah berbohong atau berdusta sudah pasti sebagian besar dari pesrta didiknya pun akan cendrung berlaku jujur karena ia terbiasa melihat kejujuran dari gurunya sehingga ia malu untuk berdusta,sebaliknya jika seorang guru yang merupakan contoh bagi peserta didiknya tidak berlaku jujur, maka kebanyakan peserta didiknya juga tidak akan berlaku jujur. Karena sudah sewajarnya guru merupakan suri tauladan yang sifat teladannya selalu menjadi contoh bagi setiap orang,bukan hanya bagi para peserta didiknya saja.

Sesungguhnya bagi seorang peserta didik itu seberapa cerdasnya seorang guru bukanlah hal yang paling diutamakan,melainkan seorang guru yang mau menuntun membimbing,mendidik,mengajarkan,mampu memberi teladan secara tulus dan ikhlas serta penuh kasih sayang,bukan berarti kecerdasan tidak dibutuhkan,namun keteladanan seorang guru lah yang lebih dibutuhkan sehingga peserta didik akan mengingat bahkan mengenang semua yang telah ia dapatkan dari gurunya sebagai pedoman untuk hidupnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya untuk menjadi seorang guru yang baik dan menjadi teladan di era revolusi ini tidaklah mudah, karena sebagian guru sering lupa akan prinsip dasar dari profesinya tersebut dimana guru tidak hanya menjadi orang yang didengarkan perkataannya tetapi juga bersedia mendengarkan kesulitan yang sedang dihadapi oleh peserta didik,kalau boleh dikatakan pada saat ini kebanyakan yang berdiri di depan kelas adalah tenaga pengajar,belum menjadi seorang guru. Pada dasarnya antara guru dan tenaga pengajar itu memiliki arti dan tugas yang berbeda meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu melatih serta mengembangkan seseorang agar menjadi lebih baik lagi,namun ada perbedaan diantara keduanya dimana seorang guru merupakan pendidik yang propesional yang memiliki berbagai macam tugas utama yang sangat penting yaitu mendidik,mengajar,membimbing,mengerahkan,melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga prilakunya, Selain itu kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transpormasi peserta didik dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadi mandiri, dari tidak terampil menjadi terampil dengan segala metode dan cara yang dilakukan seorang guru. Sedangkan tenaga pengajar tugasnya hanya mengajar seseorang agar mencapai kemampuan yang lebih tinggi.

Banyak orang yang berfikir bahwa seorang guru itu merupakan gudang dari ilmu pengetahuan atau bahkan ada juga yang beranggapan bahwa tugas guru untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik,padahal tugas guru itu lebih luas dari itu yaitu selain memberikan ilmu pengetahuan guru juga harus mampu merubah akhlak peserta didik menjadi lebih baik lagi. Sedangkan tenaga pengajar memiliki memiliki tugas hanya memberikan ilmu pengetahuan untuk membuat orang lain mengerti atau paham akan sesuatu. Dalam peraktik kesehariannya guru yang bertipikal tenaga pengajar pada umumnya tidak disukai oleh peserta didik,sering sekali para peserta didik mengeluhkan metode dan cara mengajar guru yang bertipe tenaga pengajar yang cendrung masa bodoh terhadap sekitar. Dalam kesehariannya tenaga pengajar lebih sering menyalin materi di buku ke papan tulis,kaku dan sering memberikan efek trauma terhadap peserta didik yang mengakibatkan suasana kelas sangat membosankan dan paserta didik tak ubahnya seperti robot yang digerakkan oleh guru yang menjadi pemegang kendali.

Walaupun begitu  bukan berarti sangatlah sulit untuk mewujudkan guru yang bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya,setiap guru pasti mampu mewujudkannya asalkan ada keyakinan serta usaha dalam dirinya. Seorang guru memang tidak lebih hebat dari dokter yang mampu menyembuhkan pasien-pasiennya,guru juga tidak sehebat pilot yang mampu menerbangkan pesawat yang ditumpangi oleh setiap penumpangnya,guru juga tidak sehebat seorang pengusaha yang memiliki banyak uang serta mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang lain,guru juga tidak sehebat tentara yang mampu menjaga keamanan bangsa ini dan guru juga tidak sehebat presiden yang mampu memimpin sebuah negara,akan tetapi patut kita ketahui tanpa jasa seorang guru yang telah membimbing mereka,tentu mereka bukanlah siapa-siapa karena dibalik kesuksesan meraka selain ada orang-orang terdekatnya pastilah ada peran seorang guru dibelakngnya,maka jangan pernah merasa malu ataupun berkecil hati menjadi seorang guru karena tidak sehebat mereka karena sesungguhnya guru itu adalah pekerjaan yang sangat mulia dan sangat luar biasa yang bisa menjadi teladan bagi siswa-siswanya.