GURU TAULADAN PENUH CINTA DINANTI KIDS ZAMAN NOW
Spread the love

Oleh: Muhammad Ikhsan, S. Pd

Guru PAI SMP Plus Al Athiyah

Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran. Dengan demikian tujuan utama dari pendidikan itu sendiri adalah memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia itu sendiri tidak terlepas dari peran seorang guru dalam memanusiakan peserta didiknya agar menjadi insan sesuai Al-Quran dan Hadits. Namun, yang harus kita pahami dalam rangka memanusiakan manusia adalah seorang guru itu sudah menjadi manusia sesuai Al-Quran dan Hadits, karena sebeleum kita memanusiakan manusia peserta didik, maka terlebih dahulu kita memanusiakan diri kita sendiri.

Sebagiamana  Firman Allah Swt dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi:

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka……… (QS At-Tahrim: 6)

Didalam surat At-Tahrim ayat 6 bahwasanya Allah Swt memberi gambaran tentang tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang termuat didalam surah At-tahrim ayat 6 tersebut adalah proses memanusiakan manusia. Namun, dengan tegas Allah Swt menjelaskan bahwa sebelum kita memperbaiki orang lain atau memanusiakan orang lain, maka perbaiki diri kita dulu agar kita bisa  memperbaiki orang lain. Rasulullah Saw sebelum memanusiakan para sahabatnya atau ummatnya, maka Rasulullah Saw dibersihkan dulu sifat-sifat tercela yang ada pada dirinya, sehingga ketika beliau sudah bersih dari sifat-sifat tercela, barulah turun wahyu untuk memanusiakan umatnya.

Fenomena yang terjadi di Kidz Zaman Now di seluruh pendidikan yang ada di indonesia, masih terdapat guru yang hanya melakukan kewajibannya saja yaitu mengajar dan mendidik. Pada hakikatnya guru itu bukan hanya mengajar dan mendidik. Akan tetapi guru itu  juga melakukan apa yang beliau ajarkan kepada peserta didik agar menjadi tauladan bagi peserta didik. Rasulullah Saw adalah idola ummat Islam, karena pada dirinya Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik. Oleh sebab itu seorang guru juga harus mengikuti jejak baginda Rasulullah Saw untuk menjadi tauladan bagi peserta didiknya. Dengan demikian seorang guru harus bisa menjadi suri tauladan bagi peseta didik. Karena guru adalah refresentatif dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat menjadi tauladan, yang dapat digugu dan ditiru. Sehingga dengan perilaku yang baik akan membuat kita seorang guru yang dicinta di nanti  Kidz Zaman Now.

Guru seharusnya mengetahui ketauladanan itu sendiri apa. Sehingga dengan mudah seorang guru melakukan hal-hal untuk perubahan perilaku siswa baik itu akhlak, moral, etika dan sebagainya. Ketauladanan itu sendiri adalah segala sesuatu yang terkait dengan perkataan, perbuatan, sikap, dan prilaku seseorang yang dapat ditiru atau diteladani oleh pihak lain.

Allah Swt berfirma dalam Surat Al- Ahzab ayat 21:

Artinya:

 :Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”

Dalam surah Al-ahzab ayat 21 Allah menerangkan tentang suri tauladan yang terdapat pada dirinya Rasulullah Saw untuk menjadi panutan bagi umatnya. Oleh karena itu agar seorang pendidik itu menjadi idola atau panutan bagi siswa yang penuh mereka cinta di Kidz Zaman Now maka seorang pendidik harus mampu menerapkan tauladan-tauladan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw adalah sesosok idola yang sangat dicintai oleh umatnya, karena perilaku beliau sesuai perkataan-Nya tidak hanya beliau sampaikan ke umatnya, namun beliau juga melakukan-Nya sehingga umat meniru perkataan dan perbuataan beliau. Dengan demikian seorang guru itu bukan hanya sebagai pengajar atau pendidik yang sudah penulis sampaikan diatas, namun guru itu harus selaras melakukan-Nya apa yang beliau ucap dengan perbuatan-Nya. Ketika seorang guru melakukan atau melaksanakan sesuai apa yang beliau sampaikan ke peserta didik, sungguh guru itu akan diidolakan atau dicintai oleh peserta didik dan masyarakat.

Guru adalah pemimpin opini, sehingga harus memiliki ketauladanan yang dapat ditiru dan diikuti oleh kebanyakan pihak lain. Guru mempunyai posisi sentral dalam membentuk karakter atau kepribadian peserta didik. Ketauladanan dalam diri seorang pendidik berpengaruh pada lingkungan sekitarnya dan dapat memberi warna yang cukup besar pada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Guru juga merupakan tauladan bagi peserta didik dan semua yang menganggapnya guru. Sebagai tauladan, tentu saja pribadi dan sesuatu yang dilakukan oleh guru akan mendapat sorotan bagi peserta didik serta orang lain dilingkungannya yang menganggap atau mengakui sebagai guru. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman, pakaian, kemanusiaan, proses berpikir, keputusan, kesehatan dan gaya hidup. Secara umum perilaku guru sangat mempengaruhi perilaku peserta didik untuk membentuk karakter yang bagus.

Apabila seoarng guru melakukan ketauladanan  yang buruk akan  mengacaukan pemahaman peserta didik, yang berujung pada pencitraan konsep diri menjadi kurang baik. Pada prinsipnya, terdapat korelasi positif antara ketauladanan guru dan kepribadian siswa, yang oleh Johnson digambarkan sebagai “ No matter how brilliant your plan, it won’t work if you don’t set an example ” (bagaimana pun briliannya perencanaan anda, itu tidak akan berjalan jika tidak dibarengi dengan ketuladanan). Dengan demikian, guru dipandang sebagai sumber ketauladanan karena sikap dan perilaku guru mempunyai implikasi yang luar biasa terhadap siswa.